Tourism Sites



Gunung Bintan

Location :

Kampung Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia



Bintan mountain village located in Bekapur, Village Bintan Buyu, District Bay Bintan, Bintanregency in fact more similar to the hill, because the peak height is only about 400m above sea level. However, this hill is the  highest mountain in Bintan island. Top of the hill can be reached only in about 2 hours. 
 There are some interesting things that can be found throughout the climb. The main thing, of course when we were in the top, we can enjoy the beautiful scenery, because of the hillwe could look around Bintan Island. Besides the beautiful scenery at the summit, the bintan mountain also a tropical rain forestinhabited by a variety of flora and fauna. We can easily find various kinds of tropical plantsand giant trees as well as a variety of animals such as monkeys, squirrels, snakes, coney, a variety of birds, etc. Having tired of climbing, we can shower with fresh water froma waterfall that is located right at the foot of the mountain.Foot of this mountain there are also many orchards the population, ranging from durian, rambutan, mangosteen, dukuetc.. At the time of the fruit season, of course we can buy the fruit here with a cheaper price than the market and newbecause it tastes better in picking from the tree.

sumber : http://www.aboutbintan.com/2012/07/gunung-bintan.html

 

Mangrove Sei Carang

Location :

Senggarang, Tanjung Pinang



Mangrove Sei Carang merupakan salah satu kawasan wisata berupa hutan bakau yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Tanjung Pinang. Kawasan wisata yang diresmikan pada tahun 2010 ini berada di tepi Sungai Sei Carang, tak jauh dari Jembatan Gugus. Terdapat sekitar 3.000 jenis tanaman bakau yang tumbuh di kawasan ini. Berada di kawasan ini kita bisa melihat berbagai jenis tanaman bakau melalui jembatan yang telah disediakan. Selain itu, di kawasan hutan bakau ini juga dihuni oleh monyet-monyet yang tentunya juga bisa kita lihat. Monyet-monyet tersebut biasanya bergelantungan di antara rerimbunan pohon bakau.

Wisata hutan mangrove merupakan salah satu wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Apalagi di kawasan wisata ini juga bisa menjadi spot yang menarik untuk menyalurkan bakat fotografimu. Namun saat melintasi jembatan di kawasan wisata ini diharapkan untuk berhati-hati karena ada beberapa bagian jembatan yang berlubang.

Untuk dapat menikmati keindahan hutan Magrove ini, para pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Namun, para pengunjung hanya membayar tarif parkir saja sebesar Rp 2.000,-

sumber : http://www.utiket.com/id/obyek-wisata/tanjung_pinang/339-mangrove_sei_carang.html

Pantai Lagoi - Nirwana Garden Resort

Location : Jalan Panglima Pantar, Lagoi 29155, Bintan Resorts Pulau Bintan Indonesia

Nirwana Resort Hotel has 245 guestrooms including 31 suites, all with sweeping sea, pool or garden views. Full modern amenities and facilities are available to guests, and our ensemble of restaurants and bars will satisfy the most discerning taste buds. With a full and comprehensive range of activities lined up for guests, diverse interests and pursuits are matched with top quality facilities and services. Our unique blend of sunny Mediterranean spirit and warm Indonesian hospitality will make you feel more than welcomed here. In fact, with something to do for everyone in the family, you are assured of a great time in this sunny, cheery paradise!

 

Source : http://www.nirwanagardens.com/hotel/nirwana-resort-hotel/

Pantai Trikora

Location :

Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Pulau Bintan



Pantai Trikora, salah satu tujuan wisata yang sayang jika dilewatkan kala Anda berkunjung ke Pulau Bintan. Bagimana tidak, pesona alam yang alami dengan pasir putih dan ombak yang landai, memberikan sensasi tersendiri saat liburan bersama keluarga dan kerabat. Pantai ini menjadi salah satu pantai terindah yang banyak dikunjungi wisatawan di Pulau Sumatra.

Pantai Trikora terletak di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Pulau Bintan. Jika Anda memulai perjalanan dari Tanjung Pinang maka harus bergerak ke arah timur sekitar 45 km. Pantai ini memiliki empat bagian, yakni Trikora 1, 2, 3 dan 4.

Menurut cerita masyarakat sekitar, nama Trikora berasal dari nama “three corral”, yang diberikan oleh wisatawan asing yang kala itu berkunjung ke pantai ini. Namun versi lain mengaitkan bahwa Trikora berhubungan dengan Tri Komando Rakyat. Dimana pada saat pemerintahan Presiden Soekarno, tengah hangat beredar isu tentang “Ganyang Malaysia”, dan pantai ini merupakan basis pertahanan wilayah terluar Indonesia pada masa itu.

Berkunjung ke sana, Anda harus mempersiapkan kendaraan sendiri. Pasalnya akses untuk menuju Pantai Trikora belum dilengkapi dengan transportasi umum. Sepanjang perjalanan menuju Trikora, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Seperti perkampungan nelayan yang berjejer rapi, kawasan konservasi lamun dan mangrove, serta resort-resort mewah yang siap menemani istirahat Anda. Tidak perlu takut dengan kondisi jalan, pasalnya jalan di sana beraspal bagus dan lebar.

 

Sumber : http://www.gosumatra.com

Pulau Nikoi

Location : Pulau Nikoi, Kabupaten Bintan Kep. Riau, Indonesia

Nikoi is a 16.9-hectare (42-acre) resort island located 8 kilometres (5 mi) off the east coast of Bintan, Indonesia, approximately 85 kilometres (53 mi) southeast of Singapore.[1][2] The island was purchased by Andrew and Julia Dixon, an Australian couple visiting Bintan, in 2005 and developed, with the aid of a group of financiers, into a boutique resort named Nikoi Island.[3][4] The resort opened in 2007, and as of 2010 consists of fifteen beach houses.[5]

The island has a maximum height of thirty metres, and consists of white sand beaches studded with white granite boulders, with coral reef off-shore. Two thirds of the island is Banyan forest, home to various bird species, while turtles are said to nest on the island's beaches.[6]

The resort is marketed as an eco-resort, with the use of driftwood as a construction material and alang alang roofing, a double-layered roof design so that rooms do not require air conditioning, and solar panels for heating water.[7] Diesel generators are required for water pumping and refrigeration.[5] As part of the operators' commitment to sustainable tourism, a non-governmental organization (NGO) supporting the community was established in 2009.[8] The resort was a runner-up in Wild Asia's 2009 Responsible Tourism Awards (Mid-size to Small Accommodation Operators category)[9]

The resort is accessed by launch from Kawal, a small town on Bintan, one hour's drive from the Bintan Resorts ferry terminal.

source: http://id.wikipedia.org/wiki/Nikoi_Island_Resort

Pulau Penyengat

Location :

2 km dari Kota Tanjungpinang



Penyengat Island, Pulau Penyengat in Indonesian (literally, Wasp Island) is an island in Riau Province, Indonesia, of approximately 2 square kilometres. It lies just off Bintan Island, close to Tanjung Pinang, the capital of Riau Province.

The island has historical significance, dating back to the 18th Century, when it was established as a fort as part of the Sultanate of Johor by the Bugis.

The island contains the tomb of Raja Ali Haji, a 19th Century Islamic historian and scholar.

sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Penyengat_Island